Analisis Cerpen Hantu Di Penghuni KOS, M Sirojul Fahmi

Para penghuni kos mendapat cerita bahwa ada hantu yang bermuka rata yang disebut setan murat. Salah satu penghuni kos sebelumnya diceritakan pernah bertemu dengan hantu tersebut. Diceritakan hantu tersebut memakai topi jerami dan di dalam kuali bakso bukannya terdapat bakso tetapi mata, hidung, mulut timbul tengggelam dalam kuah.

Krisis ekonomi memaksa tokoh untuk pindah ke suatu tempat dan bekerja sebagai asisten tukang bakso. Tugasnya adalah mengambil bahan-bahan untuk membuat bakso termasuk daging. Namun pada saat itu daging sedang mahal karena korupsi yang dilakukan oleh menteri. Mereka manyiasatinya dengan membeli daging KW.

Gerobak bakso ayah angkatnya mangkal di belakang sebuah tangsi. Pelanggannya tak pernah sepi termasuk perwira dan pejabat militer lainnya juga adalah pelanggan setia Mat Bakso.  Perlahan usaha bakso mulai berkembang dengan berhasil mendirikan tenda semi permanen. Di dalam tangsi tersebut banyak anak yang mati karena gagal dalam pendidikan. Tiba-tiba datang dua orang serdadu yang telah menyadari bahwa selama ini bakso yang dimakan menggunakan daging KW. Sang Ayah pun dibawa ke dalam benteng. Tiga hari berikutnya serdadu itu datang lagi kepada tokoh utama sambil menepuk bahunya dan berkata untuk melanjutkan usaha bakso. Si anak gemetar. Ia lakukan pekerjaannya seperti biasa menggerus bawang, kemudian mengaduk kuali. Rasa mual pertama menyebabkanny memuntahkan hatinya ke dalam kuali. Tanpa sadar Ia pun sedang mengaduk mata, hidung dan mulutnya di dalam kuali.

Pada suatu malam jum’at para penghuni kos sedang bercerita tentang setan muka rata. Hantu yang mengaduk mata, hidung, mulut dan hatinya dalam kuali.

Hantu bukan setan.

 

Tema               : Hantu

  1. Alur                 : maju
  2. Latar                :
  • Tempat                  : rumah kos

……….Pada satu malam Jumat para penghuni pondokan itu bercerita tentang Setan Murat……. (paragraf 1)

Tangsi militer

Gerobak ayah angkatnya yang mangkal di belakang …(paragraf  20)

  • Waktu                  : malam hari

PADA satu malam Jumat para penghuni sebuah pondok bercerita tentang Setan Murat….. (paragraf 31)

  • Suasana                : menyeramkan

…Rasa mual pertama memuntahkan hatinya ke dalam kuali. Tapi, separuh gemetar itu hilang ketika ia kehilangan hatinya. Ia mengaduk. Lalu satu per satu mata, hidung, dan mulutnya berjatuhan ke dalam kuali….  (paragraf 30)

  • Penokohan           : Anak : naif

Tapi… barangkali terpaksa dijelaskan bagi pembaca yang naif seperti tokoh kita. Tukang daging menyebut daging celeng, anjing, kucing, dan tikus sebagai “daging sapi KW”. (paragraf 23)

Ayah             : jahat

Tapi, sesungguhnya tukang bakso itu telah mengatur kualitas daging. …(paragfraf 20)

Serdadu : keji, licik

Yang terjadi kemudian terlalu mengerikan untuk dikisahkan dengan rinci. Dua serdadu itu membawa si ayah angkat ke dalam benteng. (paragraf 29)

 

  • Sudut pendang                 : orang ketiga serba tahu

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s