Analisis Cerpen CERMIN API CERMIN SUNYI ( M.Nuriadi)

CERMIN API CERMIN SUNYI

Struktur dalam cerpen Cermin Api, Cermin Sunyi, karya Triyanto Triwikromo ini meliputi tema, alur, latar, penokohan, sudut pandang dan gaya bahasa. Tema di dalam cerpen Cermin, Api, Cermin, Sunyi, karya Triyanto Triwikromo ini adalah perjuaangan wanita yang menjadi gerwani untuk mengunkap kebenaran atas dirinya yang dituduh melakuan konspirasi. Dengan adanya tuduhan semacam itu tokoh aku disini menderita, baik secara psikis maupun batin.
Alur yang digunakan dalam cerpen Cermin, Api, Cermin, Sunyi, karya Triyanto Triwikromo ini adalah alur mundur atau flash back. Mengapa alur mundur, karena karya sastra adalah cerminan yang ada dalm kehidupan kita, jika kita peka terhadap angka tahun yang dicantumkan di dalam cerpen ini 1965-1971 adalah peristiwa yang tercatat dalam sejarah Indonesia dengan peristiwa yang membuat permusuhan antar masyarakat, tidak lagi mengenal sudara, teman, suku, agama dan sebagainya. Penyusunan alur di dalam cerpen ini dibagi atas, pengenalan yang mana pengenalan tokoh dan peristiwa-peristiwa apa saja yang ada dalam cerita. Alur ini sendiri memiliki empat tahapan yaitu, tahap pengenalan konflik dan tokoh, tahap peningkatan konflik, klimaks, dan penyeleseian.

Latar yang dipakai dalam cerpen ini ada beberapa latar yaitu latar tempat, suasana, waktu. Latar tempat pertama adalah penjara yang berdekatan dengan tempat penyembelihan hewan, kedua adalah rumah sakit jiwa. Latar waktu dalam cerpen ini ada beberapa penggambaran yaitu penggambaran tahun, kemudian ada penggambaran waktu malam saat bulan sedang purnama. Latar suasana dalam cerpen ini menggambarkan suasana mencekam dan ketakutan. Suasana ini dialami oleh tokoh utama ketika ia dipindah ke rumah tua dekat pemakaman serdadu Belanda yang tak berpenghuni dan banyak kelelawar yang beterbangan di dalam rumah. Ia dikurung dalam sebuah kamar yang gelap dan sendirian, hanya bisa melihat nisan-nisan yang berjejer dari jendela.
Tokoh utama dalam cerpen, Cermin, Api, Cermin, Sunyi, karya Triyanto Triwikromo ini adalah tokoh aku di samping itu ada beberapa tokoh yang ikut berperan dalam cerpen ini di antaranya adalah Karna, Para Serdadu Soeharto (tentara) dan Sipir, Dokter dan perawat, dan Interogator.
Sudut pandang yang dipakai dalam pelukisan tokoh utama adalah sudut pandang keakuan. Dimana dalam penggambaran dan penceritaan tokoh utama maupun peristiwa dominan dengan keakuanya.
Gaya bahasa yang terdapat dalam cerpen Cermin, Api, Cermin, Sunyi karya Triyanto Triwikromo ada yaitu majas personifikasi, majas asosiasi, majas hiperbola, dan majas retoris.

 

Unsur Ekstrinsik:
Latar belakang penulis: Triyanto Triwikromo lahir di Pungkur Sari, Salatiga, tepatnya tanggal 15 September 1964. Dalam cerpen ini Triyanto menceritakan perjuangan wanita yang menjadi gerwani untuk mrngungkap kebenaran atas dirinya yang dituduh melakukan konspirasi. Dengan adanya tuduhan semacam itu tokoh aku disini menderita, baik secara psikis maupun batin.
Faktor sosial : kita tidak boleh menyalahkan orang lain, jika kita tidak mempunyai bukti yang kuat karena akan merugikan orang yang kita tuduh.

Cermin, Api, Cermin, Sunyi

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s