BIOGRAFI WAYAN JENGKI SUNARTA

WAYAN JENGKI SUNARTA atau yang sering dipanggil Bung Jengki ini kembali melahirkan anak rohaninya. Lahir di Denpasar(Bali) 22 Juni 1975. Lulusan Antropologi Budaya, Fakultas Sastra, Universitas Udayana (1994-2000). Sempat mencicipi studi seni lukis di ISI Denpasar (2002-2003). Mulai menulis puisi sejak awal tahun 1990-an. Kemudian merambah ke penulisan prosa liris, cerpen, feature, esai/artikel seni budaya, kritik/ulasan seni rupa, dan novel.

                Tulisan-tulisannya pernah dimuat di Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Republika, Suara Pembaruan, Sinar Harapan, Pikiran Rakyat, Suara Merdeka, Bali Post, Jawa Post, Harian Nusa, The Jakarta Post, Minggu Pagi, Lampung Post, Jurnal Kebudayaan Kalam, Jurnal Cak, Majalah Sastra Horison, Majalah Kolong Budaya, Majalah Coast Lines, Majalah Bali Echo, Jurnal BlockNot Poetry, Majalah Gong, Majalah Gatra, Majalah Gamma, Jurnal Kebudayaan Sundih, Latitudes Magazine, Majalah Visual Art.

                Buku kumpulan puisi tunggalnya: Pada Lingkar Putingmu (bukupop, 2005), Impian Usai (Kubu Sastra, 2007), Malam Cinta (bukupop, 2007), Pekarangan Tubuhku (Bejana, Bandung, 2010). Buku kumpulan cerpennya: Cakra Punarbhawa (Gramedia, 2005), Purnama di Atas Pura (Grasindo, 2005), Perempuan yang Mengawini Keris (Jalasutra, 2011). Buku novelnya: Magening (Kakilangit Kencana, Jakarta, 2015).

                Montase adalah buku kumpulan puisi Jengki yang kelima setelah Pada Lingkar Putingmu (bukupop, 2005), Impian Usai (Kubu Sastra, 2007), Malam Cinta (bukupop, 2007), Pekarangan Tubuhku (Bejana Bandung, 2010). Buku tersebut menghimpun 55 puisi yang dipilihnya dari sekitar seratusan puisi masa penciptaan tahun 2010 hingga 2016 dan belum pernah dibukukan secara utuh.

Montase akan diluncurkan pada Kamis, 29 September 2016, jam 19.00 Wita di Jatijagat Kampung Puisi (JKP), Jl. Cok Tresna No. 109, Renon, Denpasar. Peluncuran sekaligus juga untuk merayakan ulang tahun Fakultas Sastra Unud, sebab Jengki adalah alumni dari kampus tersebut. Acara peluncuran akan dimeriahkan dengan pembacaan puisi, musikalisasi puisi, seni pertunjukan, dan pemutaran film dokumentar.

Beberapa puisinya juga terhimpun dalam sejumlah antologi bersama: Nyanyian Fajar (Teater Kene, Jembrana, 1993), Sayong (Sanggar Minum Kopi, Denpasar, 1994), Tabur Bunga Penyair Indonesia (Lingkar Sastra, Blitar, 1995), Getar (HP3N Malang, 1995), Kidung Kawijayan (Sanggar Candi, Tabanan, 1996), Bonsai’s Morning (Matamera, Denpasar, 1996), Antologi Puisi Indonesia (Angkasa Bandung & KSI Jakarta, 1997), Amsal Sebuah Patung (Yayasan Gunungan, Magelang, 1997), Kembang Rampai Puisi Bali, (Bali Mangsi, Denpasar, 1997), Selonding (Yayasan Selakunda, Tabanan, 1998), Art and Peace (Yayasan Buratwangi, Denpasar, 2000), Datang Dari Masa Depan (Sanggar Sastra Tasik, 2000), Bali The Morning After ( terj. Vern Cork, Darma Printing, Australia, 2000), Lampung Kenangan (Dewan Kesenian Lampung, 2002), Puisi Tak Pernah Pergi (Buku Kompas, 2003), Malaikat Biru Kota Hobart (Logung Pustaka, 2004), Tuhan, Langit begitu Kosong (Balai Bahasa Denpasar, 2004), Narasi Dari Pesisir (DKL, 2004), Maha Duka Aceh (Pusdok.HB Jassin, Jakarta, 2005), Dian Sastro for President! End of Trilogy (InsistPress, Yogya, 2005), Les Cyberletters (Yayasan Multimedia, Jakarta, 2005), Roh (bukupop, 2005), Jogja 5,9 Skala Richter (Bentang, 2006), Cinta Disucikan Kehidupan Dirayakan (Selakunda, Bali, 2007), Tongue in Your Ear (FKY Pressplus, 2007).

Beberapa karya sastranya meraih penghargaan, antara lain Krakatau Award 2002 dari Dewan Kesenian Lampung, Cerpen Pilihan Kompas 2004, Cerpen Terbaik Kompas 2004 versi Sastrawan Yogyakarta, Nominator Lomba Naskah Monolog Anti Budaya Korupsi se-Indonesia 2004, Nominator Anugerah Sastra Majalah Horison 2004, Penghargaan Widya Pataka dari Gubernur Bali (2007).

Dalam bidang cerpen, ia pernah meraih penghargaan “Sepuluh Cerpen Terbaik 2001” lomba menulis cerpen nasional Harian Bali Post, dibukukan dalam Obituari Bagi Yang Tak Mati (Pustaka Bali Post, 2002); nominator “Krakatau Award 2003” lomba menulis cerpen nasional Dewan Kesenian Lampung, dihimpun dalam manuskrip Muli Sikep (DKL, 2003). Tahun 2004, cerpennya yang berjudul Cakra Punarbhawa (Kisah Lima Penjelmaan) masuk sebagai “Cerpen Pilihan Kompas” yang dihimpun dalam Sepi pun Menari di Tepi Hari (Buku Kompas, 2004); dan meraih penghargaan “Cerpen Terbaik Kompas versi Yogya.” Agustus 2004, meraih 12 nominasi Lomba Menulis Naskah Monolog Anti Budaya Korupsi se-Indonesia, dibukukan dalam Sphinx Triple X (Sinergi, Yogyakarta, 2004). September 2004, sebuah cerpennya masuk nominasi “Anugerah Sastra Majalah Horison” berkaitan dengan lomba penulisan cerpen nasional yang digelar majalah tersebut. Desember 2004, sebuah cerpennya masuk nominasi lomba menulis cerpen yang digelar Depdiknas dan CWI, Jakarta, dibukukan dalam Dari Zefir Sampai Puncak Fujiyama. Salah satu cerpennya juga terhimpun dalam buku kumpulan cerpen Loktong (CWI, 2006).

Beliau sering menghadiri undangan sejumlah pertemuan atau kegiatan sastra tingkat nasional, antara lain Pesta Emas RI di Taman Budaya Surakarta (1995), Kongres Cerpen Indonesia di Yogyakarta (2000), Panggung Puisi Indonesia Mutakhir 2003 di Teater Utan Kayu-Jakarta, Cakrawala Sastra Indonesia 2004 di TIM-Jakarta, Ubud Writer & Reader International Festival 2004 di Ubud, Festival Kesenian Yogyakarta 2007, Lampung Art Festival 2007, Temu Sastra MPU IV 2009 di Solo, Pertemuan Pengarang Indonesia di Makassar (2012), Temu Sastra Indonesia (TSI) di Jakarta (2012), Borobudur Writers and Cultural Festival di Borobudur (2012 dan 2014), Apresiasi Seni 2015 di NTB dan NTT, Kongres Kesenian Indonesia (KKI) di Bandung (2015).

Hingga kini dia terus menulis untuk berbagai media, menjadi aktivis kesenian, dan bergiat di Jatijagat Kampung Puisi (JKP), sebuah komunitas berkesenian di Denpasar. Pada bulan November 2007 ia dianugerahi penghargaan Widya Pataka oleh Gubernur Bali sebagai salah satu penulis produktif dan berprestasi yang dimiliki Bali saat ini.

Dari sumber :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s